HTML/JavaScript

Translate it into English

Senin, 22 Oktober 2012

7 Jenis Alien yang Pernah ke Bumi


Informasi tentang jenis-jenis alien yang pernah bertemu dengan manusia cukup banyak. Namun ada tujuh tipe alien yang sering disebut, dan jenis alien tersebut bukan berdasarkan darimana mereka datang, namun hanya dari jenis spesiesnya saja.

Menurut para peneliti, memang selama kurun waktu beberapa dekade, alien memng sudah mengadakan kontak dengan manusia

Telah diindikasikan pula bahwa banyak penampakan UFO dan alien yang telah jatuh atau mendarat ke Bumi. Namun itu semua hanyalah pihak militer negara yang menyelidikinya dan semua negara mengkategorikan sebagai TOP SECRET. Jadi rakyatnyapun tidak akan pernah diberikan informasi mengenai hal ini.

Bahkan beberapa kali dilaporkan bahwa mereka juga mengikuti beberapa konfrensi dengan manusia.

Berikut adalah jenis ke-tujuh spesies alien yang pernah datang ke Bumi menurut laporan saksimata dan telah digambar ulang oleh ahli ilustrasi / pihak berwajib dari seluruh penjuru dunia :

1. Reptoids (Reptilian)


Tubuhnya sebesar manusia atau kadang lebih besar, dengan mulut yang lebih lebar dari mulut manusia.

Tubuhnya mirip sejenis ular atau kadal, berwarna hijau, dan agak bersisik.

Mukanya jika dilihat dari arah depan antara rahang pipi – dagu – rahang pipi, berbentuk lancip seperti segi-tiga. Bahkan dikabarkan, ada beberapa di antara mereka yang memiliki sayap.

Gambaran yang paling sesuai dengan alien jenis ini adalah “winged demon”. Tidak semua jenis Reptilian ini bersayap. Yang bersayap merupakan jenis Draco atau “naga”, sementara yang tidak bersayap sering digolongkan dalam jenis “serpent” atau “ular”.

Namun diindikasikan yang bewujud persis manusia juga ada. Apa bedanya? Bedanya, hanya terletak di bola matanya yang tetap seperti reptil, dan kadang kornea mata yang tetap terlihat memanjang secara vertikal, layaknya seperti mata ular atau binatang reptil dan juga kadang memiliki lidah yang juga bercabang.



2. The Greys


Tubuhnya kecil dengan kulitnya berwarna keabu-abuan. Alien jenis ini bersosok pendek dengan tinggi 4-5 kaki atau 90 cm -1,2 meter saja.

The Greys merupakan suatu ras alien kelas pekerja atau ahli teknik. Ciri khasnya adalah bermata hitam besar.

Spesies ini yang dikabarkan sering dijumpai manusia dan sering melakukan penculikan (alien abduction).

Alien tipe greys ini dikabarkan merupakan jenis alien dari golongan serangga dengan wajah mirip belalang.

Dari kesaksikan beberapa saksi, alien tipe greys ini dikabarkan bekerja untuk alien tipe Reptoid. Alien tipe greys ini adalah jenis alien yang paling populer, bahkan sudah dipakai sebagai cap merk dagang yaitu Alien Workshop.



3. Nordics


Bentuk alien jenis ini yang paling mirip dengan manusia, hanya saja bentuknya agak lebih besar sedikit dengan rambut pirang atau putih.

Berbadan atletis, bermata biru dan dalam berkomunikasi sering terdengar dengan akses nordic (skandinavia).

Mereka ini yang diperkirakan merupakan golongan yang disebut-sebut dalam Book of Enoch I sebagai “the son of Gods” atau “the Fallen Angel”.

Satu persamaan dengan kesaksian seorang yang pernah berjumpa alien jenis ini, yaitu Billy Meier, dia mengatakan bahwa bertemu dengan alien tipe nordics yang bernama Semjase yang berasal dari Pleiades.

Persamaannya, dalam Book of Enoch I, “malaikat-malaikat yang jatuh” itu bernama Semjaza. Menurut kesaksian orang yang pernah berjumpa dengan alien nordics ini, mereka mengatakan bahwa dari alien nordics ini sebagian bekerja bersama alien greys dan master mereka adalah alien tipe reptoid.

Beberapa saksi korban penculikan oleh alien menyatakan bahwa mereka juga melihat sosok manusia selain sosok alien tipe greys. Diduga, sebenarnya itu bukan manusia, namun alien jenis nordics ini.

Bahkan pada tahun 2009, tiga sosok alien jenis ini pernah datang ke Inggris dan memeriksa sebuah crop circles disebuah hamparan ladang gandum pada tengah malam

Alien tipe nordics ini ditengarai melakukan kerja sama dengan Hitler (Nazi) pada saat Perang Dunia II, di mana pada perang tersebut sering dijumpai “Foo Fighter”, sebuah pesawat aneh (UFO) banyak disaksikan oleh pilot AS, Inggris maupun Jepang. Itu sebabnya juga, Hitler mengagungkan bangsa Arya yang hebat dengan rambut putih/pirang dan bermata biru.

Bahkan ditenggarai pula bahwa alien jenis ini telah berbaur dengan kita, manusia. Mereka bahkan telah mengikuti beberapa konfrensi tentang keberadaan alien.

Beberapa tahun belakangan para komunitas ufology juga disinyalir mendapatkan “pesan” dari alien jenis nordic ini



4. The Roswell


Tipe Roswell ini memiliki mata yang lebih mirip manusia namun berkulit seperti reptil, memiliki empat jari tangan dan tanpa ibu jari.

Alien jenis inilah yang dikabarkan jatuh di Roswell. Oleh karenanya alien ini dinamakan Alien Roswell.

Dalam banyak hal, alien Roswell kadang disamai dengan alien The Grey, padahal tidak demikian. Pada peristiwa Roswell itu, ada sekitar 4-5 Alien yang ditemukan tewas, dan hanya satu diantaranya dalam keadaan kritis.

Pihak militer berusaha untuk menyelamatkannya namun akhirnya alien yang kritis itu tewas juga. Peristiwa ini sangat dirahasiakan oleh pihak militer, yang kemudian memberikan pernyataan bahwa yang jatuh bukanlah pesawat alien melainkan hanya balon udara pendeteksi cuaca.

Seluruh masyarakat disekeliling tempat kejadian dikumpulkan dan dibriefing oleh pihak militer dan dimaklumat agar tutup mulut. Dan serpihan-serpihan dari pesawat UFO tersebut diambil pihak militer dan tempat kejadian dibersihkan. Banyak bagian dan serpihan yang dikumpulkan pihak militer yang masih merupakan tanda tanya karena kemajuan teknologinya (video).

Dan kini dikabarkan alien jenis ini juga melakukan konspirasi dengan pihak militer AS secara rahasia.



5. Ancients Alien


Secara fisik berbentuk seperti serangga, tepatnya belalang besar yang berjalan dengan kedua kaki.

Mulutnya kecil serta kedua tungkai tangan dan kakinya memiliki ukuran yang juga panjang namun ramping dengan jarinya yang panjang.

Kedua mata besar berbentuk lonjong dan memanjang kesamping belakang, mirip serangga belalang.

Bentuk fisik aneh seperti serangga inilah yang sering tampak pada film-film Holywood tentang alien.










Join Date: May 2011
Location: Heaven
Posts: 304
Thanks: 1
Thanked 38 Times in 20 Posts
zeus super top memberzeus super top memberzeus super top memberzeus super top memberzeus super top memberzeus super top memberzeus super top memberzeus super top memberzeus super top memberzeus super top memberzeus super top member








READ MORE - 7 Jenis Alien yang Pernah ke Bumi

Kamis, 18 Oktober 2012

Misteri Jagad Raya Dan Terompet Sangkakala

Teori terompet sangkakala dikemukakan oleh sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof.Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi jagad raya yang menemukan bahwa jagad raya tidak berbentuk bundar. Melainkan berbentuk kerucut atau lebih mirip sebuah terompet sangkakala. Benarkah?

Terompet Sangkakala Berada Di Jagad Raya?

Beberapa teori tentang jagad raya pernah dirilis beberapa ilmuan sebelumnya. Tetapi teori tanduk (lebih mirip terompet tanduk) yang dikemukakan Prof.Frank Steiner sempat menjadi perbincangan para ilmuwan seperti yang diberitakan Guardian tahun 2004.
Gambaran radiasi awal pernah dibuat NASA menggunakan Wilkinson Microwave Anisotropy Prob tahun 2003, dan terbukti telah membantu beberapa misteri tentang sejarah waktu, ruang dan segala yang berkaitan dengan jagad raya. Jagad raya tercipta sekitar 13,7 miliar tahun lalu. Proporsi alam semesta terdiri dari 4% materi, materi yang tidak terdeteksi 23% dan 73% adalah energi misterius.
WMAP NASA, Prof. Frank Steiner
Gambaran WMAP NASA
Einstein pernah menyebutkan tentang jagad raya yang melengkung atau berbentuk pelana. Beberapa ilmuan menganggap jagad raya berbentuk donat. Tahun 2003, tim asal New York berspekulasi bahwa alam semesta mungkin berukuran kecil tapi seperti tanpa henti mengikuti set dodecahedrons atau bola, sehingga perjalanan jagad raya dalam satu arah akan kembali lagi ke Bumi (seperti mengelilingi dunia, berbentuk terompet sangkakala).

Teori Frank Steiner Tentang Terompet Sangkakala

Prof.Frank Steiner dan team menggunakan peralatan milik NASA yang disebut Wilkinson Microwave Anisotropy Prob (WMAP). Pada bagian ujung belakang alam semesta (jagad raya) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).
WMAP NASA, Prof. Frank Steiner, terompet sangkakala
Kesimpulan Prof. Frank Steiner
Dalam hadits (Islam) pernah disebutkan bahwa terompet sangkakala Isrofil berbentuk seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi.
Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri. (Alquran Surah An Naml: 87)
Dan jagad raya masih menjadi misteri walaupun Prof.Frank Steiner mengemukakan teori terompet bertanduk (banyak orang menganggapnya sebagai terompet sangkakala), tapi saat ini belum ada seorangpun yang pernah mengelilingi alam semesta apalagi melihatnya sebagai terompet sangkakala.
READ MORE - Misteri Jagad Raya Dan Terompet Sangkakala

Big Bang, Planet Bumi Terbentuk Lebih Awal

Planet bumi membutuhkan bahan baku yang tidak tersedia diawal pembentukan alam semesta. Big Bang mengisi ruang dengan hidrogen dan helium, unsur-unsur kimia seperti silikon dan oksigen yang merupakan komponen utama dan dipanaskan bintang-bintang dalam waktu cukup lama. Berapa lama waktu dan elemen berat yang dibutuhkan untuk membentuk planet?
Penelitian tentang pembentukan planet bumi dan planet kecil lainnya dipimpin oleh Lars A.Buchhave dari Universitas Kopenhagen, dibantu astronom David Latham Smithsonian dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang diterbitkan dalam jurnal Nature dan dikeluarkan 13 Juni 2012 pada pertemuan ke 220 American Astronomical Society. Penelitian ini juga dirilis Jet Propulsion LaboratorySmall Planets Don’t Need ‘Heavy Metal’ Stars to Form” dan Harvard Smithsonian Center For AstrophysicsAlien Earths Could Form Earlier than Expected‘.

Pembentukan Planet Bumi Terjadi Lebih Awal

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa Jupiter berukuran raksasa, gas cenderung terbentuk di sekitar bintang yang mengandung unsur berat lebih dari Matahari. Penelitian terbaru yang dilakukan tim astronom menemukan bahwa planet yang lebih kecil dari Neptunus berada di sekitar bintang, termasuk unsur-unsur berat yang lebih sedikit dari Matahari. Akibatnya, Planet Bumi dapat terbentuk lebih awal dari yang diharapkan dalam sejarah alam semesta.
planet bumi, pembentukan planet, galaksi
Debu dan gas membentuk piringan / Credit: University of Copenhagen/Lars Buchhave
Penelitian ini menunjukkan bahwa planet bumi bisa terbentuk hampir setiap saat dalam sejarah galaksi bima sakti, tidak memerlukan generasi bintang sebelumnya.
Latham dan rekannya meneliti lebih dari 150 bintang yang diketahui memiliki planet, berdasarkan data dari pesawat ruang angkasa Kepler milik NASA. Mereka mengukur metallicities bintang dan berkorelasi dengan ukuran planet terkait. Planet besar cenderung mengorbit pada bintang dengan metallicities surya atau yang lebih tinggi. Dunia lebih kecil, meskipun ditemukan di sekitar bintang yang kaya ataupun sedikit mengandung logam.

Mereka menemukan bahwa planet bumi terbentuk dari berbagai metallicities, termasuk sistem dengan seperempat kandungan logam Matahari.

Penemuan mereka mendukung Inti Akresi model pembentukan planet bumi. Dalam model ini, debu primordial terakumulasi dengan ukuran planetesimal kecil yang kemudian menyatu menjadi planet utuh. Yang terbesar, dengan berat 10 kali Bumi, kemudian dapat mengumpulkan hidrogen sekitarnya dan menjadi gas raksasa.
Inti sebuah gas raksasa terbentuk cepat karena hidrogen dalam piringan protoplanet menghilang dengan cepat, tersapu oleh gas bintang hanya dalam beberapa juta tahun. Metallicities yang lebih tinggi mungkin mendukung pembentukan inti besar, menjelaskan kemungkinan untuk menemukan gas raksasa yang mengorbit pada sebuah bintang yang kaya logam.

Pembentukan Planet Bumi Memerlukan Logam Berat

Para astronom menyebut unsur-unsur kimia berat terdiri dari hidrogen dan helium ‘logam’. Mereka mengukur kandungan logam, atau metallicities, bintang lain yang menggunakan sebagai patokan Matahari. Bintang dengan elemen berat lebih dianggap kaya kandungan logam, sementara bintang dengan elemen berat yang lebih sedikit dianggap miskin kandungan logam.
Pembentukan planet kecil seperti Bumi diperkirakan terjadi terutama di sekitar bintang yang kaya elemen berat seperti besi dan silikon. Planet kecil yang terbentuk di sekitar bintang dengan berbagai macam konten elemen berat dan meluas di galaksi bima sakti.
Planet diciptakan dalam piringan gas dan debu di sekitar bintang-bintang baru. Planet Bumi terdiri hampir seluruhnya dari elemen seperti besi, silikon oksigen, dan magnesium. Metallicity sebuah bintang mencerminkan kandungan logam dari piringan yang pembentuk planet. Para astronom telah memperkirakan bahwa sejumlah besar elemen berat dalam piringan akan menyebabkan pembentukan planet bumi dan lainnya menjadi lebih efisien. Tercatat bahwa planet raksasa dengan periode orbit pendek cenderung berhubungan dengan logam kaya bintang.
Tidak seperti gas raksasa, terjadinya planet-planet yang lebih kecil tidak sangat tergantung pada isi elemen berat dari bintang utama galaksi mereka. Planet berukuran empat kali planet Bumi bisa terbentuk di sekitar bintang dengan berbagai isi elemen berat, termasuk bintang dengan metallicity lebih rendah dari matahari.

READ MORE - Big Bang, Planet Bumi Terbentuk Lebih Awal

Mencari Kebenaran Kehidupan Mars

Beberapa orang berpendapat bahwa Piramida Mesir merupakan sisa-sisa peninggalan kehidupan Mars yang hancur sejak sepuluh ribu tahun lalu.

Penemuan Adanya Kehidupan Mars

Ganry Joil, seorang yang juga sebagai kontributor Wikipedia mempunyai pandangan berbeda tentang kehidupan Mars. Dan mungkin bagi kita hal ini tidak masuk akal, ini hanya sebuah pendapat dibalik penelitian yang belum tuntas, atau teori konspirasi.

Planet Mars Subur Seperti Bumi?

Pada tahun 1979, foto-foto planet Mars dipelajari dalam membantu identifikasi 7 situs berisi struktur yang dibangun dari bahan-bahan permukaan planet. Salah satu foto-foto itu menjadi milik seseorang yang namanya dirahasiakan. Tujuh situs mewakili 7 suku yang hidup di planet Mars. Mereka sangat maju, warganya hidup dalam kesejahteraan. Kehidupan Mars, tidak ada tanda-tanda adanya teknologi, planet ini subur dengan pepohonan sekitar 70% dari wilayah planet Mars.
kehidupan Mars, Pyramid Mars
Pyramid Mars / Credit: NASA
Mereka memiliki sedikit hewan predator, dan hanya mengambil apa yang mereka butuhkan. Masing-masing klan tinggal di luar kota-kota batu, kota-kota yang digunakan untuk perdagangan, rapat, dll. Masing-masing memiliki pengelompokan piramida sebagai satu-satunya teknologi mereka.

Kehidupan Mars Hancur Karena Alam

Dalam legenda, sebuah pesawat (Blue stars) kehilangan kontak dengan planet asal mereka (Mars) 3 tahun setelah peluncuran. Diduga pesawat tersebut diarahkan menuju Mars, tetapi berbalik arah karena kondisi planet yang tidak mendukung. Daikatakan bahwa planet Mars yang berwarna hijau telah berubah menjadi kulit yang mati. Sebuah bukti bahwa penghapusan dalam skala besar terhadap sumber daya mineral terjadi di permukaan. Dan hanya mereka yang tersisa yang dipercayakan meneruskan generasi selanjutnya.
Pesawat pertama mendarat di planet bumi sekitar 11.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Awak pesawat itu mulai memproses gen penerus kehidupan Mars dengan menggunakan DNA yang disuntikkan ke dalam rekayasa genetika. Ada 14 tabung di dalam pesawat itu, dan butuh waktu 137 tahun bagi mereka untuk mempertahankan generasi penerus kehidupan Mars.
Yang lahir di pesawat ini memiliki masa hidup panjang, biasanya 1.500 hingga 2.000 tahun. Namun, mereka lahir pada rentang kehidupan planet (bumi) yang tumbuh jauh lebih pendek disetiap generasi.
Pesawat ini pertama kali mendarat di tempat yang subur, sekarang disebut Mesir. Mereka mulai membawa kembali semua pengetahuan dan kehidupan Mars yang telah diketahui dari masa lalu. Pesawat itu diambil dan ditempatkan dalam lemari besi besar, dan penanda dibangun di atasnya. Sehingga ketika klan lainnya tiba akan mempermudah pencarian mereka. Selama 10.000 tahun terakhir, The Bluestars telah mendarat di Cina, Meksiko, Inggris dan yang terakhir, Amerika.

NAZI Mencari Teknologi Dan Kehidupan Mars

Pada bulan Juli 1937, partai NAZI seperti Hitler dan Goering, mulai mengirimkan tim khusus pasukan elite mereka. Tim-tim ini bertugas mengumpulkan segala jenis barang supranatural, ilmiah dan religius. Terutama item yang berhubungan dengan gaib, supranatural dan ilmu tradisi. Selama mencari Bahtera Nuh, di sepanjang perbatasan Turki dan Persia pegunungan Arafat, tim itu mempunyai kisah di sebuah desa dekat sungai Tigress. Cerita dari 200 generasi yang lalu, sebuah rumah mengkilap aneh jatuh dari langit, membuat seperti suara yang membangunkan semua orang di desa.
Beberapa waktu kemudian, seorang pria menemukan objek (pesawat) ini. Dia mengatakan bahwa ‘benda’ itu berbunyi, terasa hangat saat disentuh, dan memiliki bau busuk. Cerita ini dilaporkan kepada tim investigasi Jerman. Sebulan kemudian dua tim tiba, salah satunya sekelompok ilmuwan yang menjadi pelopor ‘divisi senjata khusus mesin perang NAZI Hitler‘. Sebuah benda berbentuk piring berukuran panjang 25 meter dengan diameter 8 meter. Pesawat itu padat tanpa pintu masuk yang jelas, dan tampak melayang beberapa meter di atas permukaan tanah.
Pada bulan Desember tahun 1938, piring tersebut dibawa ilmuwan Jerman ke bagian utara Munich. Pegunungan diubah menjadi fasilitas untuk belajar dan mengenali piring tersebut. Pesawat ini bukan perangkat rahasia dari negara lain, ilmuwan NAZI telah sukses membedah, memahami pesawat dan isi berikut kehidupan Mars. Juli 1941, ketika salah satu ilmuwan NAZI membelot ke Amerika Serikat, tidak ada bangsa lain yang tahu apa yang telah diketahui dan yang telah dilakukan Hitler terhadap teknologi itu.

Kehancuran NAZI, Hilangnya Teknologi Dan Bukti Kehidupan Mars

Intelijen negara Amerika Serikat di bawah kode Oz, berhasil merebut fasilitas NAZI berisi ‘piring terbang‘. Piring tersebut dibawa ke Amerika Serikat, upaya mereka untuk memperoleh sebanyak mungkin tentang pengetahuan dan rahasia NAZI atas kehidupan Mars. NAZI mengetahui tentang rahasia pesawat dalam waktu enam bulan, mungkin para ilmuwan Jerman telah ditangkap.
Pada musim panas tahun 1947, Amerika telah menemukan piring kedua dan ketiga. Salah satunya Blue Star, pesawat itu sekitar 120 meter, 20 meter tingginya. Ia memiliki ujung setengah lingkaran, diameter 50 meter dan telah menabrak sebuah Arroyo. Pesawat itu mengalami kerusakan kecil, tetapi mengalami kerusakan parah pada sisi pendaratan. Beberapa isi interior berserakan ke tanah, terdapat kabel yang tidak dikenal.
Di dalam kapal terdapat struktur seperti bola, dibagian depan yang terbuka ketika disentuh. Di dalam tampak seperti bentuk manusia meleleh dikursi besar. Saat tim melangkah keluar dari pesawat, piring memancarkan suara bergetar yang sangat keras. Pada saat yang sama, daerah Ft.Worth/Dallas mengalami pemadaman total pada tanggal 8 Agustus 1947, sisa-sisa kehidupan Mars membawa dampak besar di Bumi.
READ MORE - Mencari Kebenaran Kehidupan Mars

Membangun Peradaban Mars Bukan Fiksi?

Bulan dan Planet Mars memiliki daratan hampa udara, gravitasi yang lebih kecil dari Bumi, mungkinkah peradaban luar angkasa nantinya dapat terwujud setelah NASA bertekad meneruskan ekspedisi Mars?

Kalau dulu saya menonton film Star Trek hanya sebagai hiburan dan fiksi belaka, kalaupun terwujud mungkin hanya dirasakan ratusan generasi setelah kita. Dan bagaimana jika dalam beberapa tahun kedepan gambaran itu terwujud setelah NASA sukses mendaratkan perangkat mereka pada ekspedisi Mars? Cepat atau lambat, manusia segera akan memijakkan kaki di Mars dan Bulan hanya sebagai stasiun penghubung nantinya.
Sejak awal sejarah manusia, Planet Mars telah menjadi mimpi yang melegendakan Dewa dan misteri. Ketika pertama kali diterbitkan pada tahun 1996, ‘The Case for Mars‘ karya Robert Zubrin dianggap hanya sebagai cerita klasik instan. Mars penuh dengan kemungkinan, tetapi manusia harus mampu bertahan hidup di sana. Dia menjelaskan bagaimana para ilmuwan dapat menggunakan teknologi yang ada untuk mengirim manusia ke Planet Mars, memproduksi bahan bakar dan oksigen di permukaan planet dengan sumber daya alamnya sendiri, membangun basis dan pemukiman, dan suatu hari nanti Terraform atau mengubah atmosfer planet yang memungkinkan kehidupan berkelanjutan.
Dan pertanyaan saya, mungkinkah? Ada beberapa bukti yang dilupakan, disembunyikan guna penelitian lebih lanjut, atau perlombaan sains luar angkasa mungkin menjadi misi rahasia demi kepentingan militer.

Geologi Planet Mars Dan Benda Luar Angkasa

Manusia bukan satu-satunya makhluk yang hidup di alam semesta, spesies cerdas atau mungkin manusia kuno sudah lebih dulu berada di sistem tata surya lain, ataupun galaksi lain. Ada bukti UFO berada di luar angkasa, di laut, bahkan beberapa orang menyatakan mereka membuat lorong di bawah tanah. Mungkin dalam pandangan paranormal, UFO dinyatakan sebagai bentuk kehidupan yang aneh tapi sebenarnya lebih menonjolkan ciri-ciri mesin canggih.
Seperti struktur aneh di Bulan dan planet Mars yang beberapa di antaranya seperti buatan dengan fenomena yang tidak bisa dijelaskan. Asal-usul kedua benda tersebut sangat membingungkan dengan kondisi yang keras di Bulan dan Mars, dan kondisi lebih buruk ada di tata surya kita. Tampaknya tidak mungkin bahwa kehidupan bisa berkembang di Mars, suasana yang kering dan dingin, bahkan Venus permukaannya bagaikan neraka. Bulan mangandung cairan dan bakteri chemosynthetic atau mungkin extremophile, tetapi sulit membayangkan kehidupan berkembang di luar angkasa apalagi peradaban berteknologi maju.
Permukaan Planet Mars
Mount Sharp, Mars / Credit: Mast Camera NASA Curiosity
NASA (mungkin) tidak transparan menyatakan kepada publik tentang kondisi planet Mars, kondisi sebenarnya tidak seburuk yang kita ketahui. Sama seperti Bumi berbeda di masa lalu, zaman es, periode basah dan benua yang hilang.

Bulan, Daratan Kering Hampa Udara

Bulan memiliki daratan hampa udara dengan gravitasi jauh lebih rendah dari Bumi, tidak ada air di permukaan dan tidak ada bukti kehidupan di permukaan. Sejarah mencatat bahwa manusia telah mendarat di permukaan dan mengumpulkan sampel batuan luar angkasa ketika ekspedisi bulan berjalan.
Teori terbuntuknya Bulan menyatakan bahwa planet seukuran Mars menghantam Bumi, melelehkan permukaan dan membakar segala bentuk kehidupan yang mungkin telah berkembang. Sebuah massa besar sebagian berbahan cair, sebagian besar materi kurang padat berada di orbit sekitar Bumi di mana materi itu membeku dan membentuk Bulan. Asteroid dan komet selama berabad-abad membombardir Bulan dan Bumi yang membentuk kawah di permukaannya. Dengan gravitasi rendah, Bulan tidak bisa membuat suasana permukaannya ber-air dan sedikit vulkanik.
Mungkin beberapa kejadian memiliki penjelasan alami, seperti awan atau kabut yang terlihat di kawah Copernicus dan Godemius. Perubahan yang dicatat pada kawah Linne pada tahun 1866, dan pada tahun 1958 astronom Soviet (Nikolai Kozyrev) melihat letusan setengah jam di puncak kawah Alphonsus yang mendeteksi emisi karbon. Perubahan warna terlihat di kawah Aristarkhus berikut cahaya yang aneh. Semua ini dapat menjelaskan adanya vulkanis residu dari interior Bulan, dan efek gas matahari atau kegiatan elektrostatik debu Bulan menimbulkan gas tersebut. Astronom menemukan sejumlah air dalam lapisan tanah di Bulan, dan mereka berteori bahwa hal itu terbentuk akibat reaksi ion hidrogen dari sinar matahari dengan oksigen yang mengandung senyawa dalam tanah.
Sejarah yang tercatat sangat bertentangan dengan temuan astronot Apollo bahwa Bulan memiliki daratan kering. Tetapi jika air ditemukan mungkin menjelaskan kabut atau awan, misteri Rilles berliku-liku di Bulan (kecuali kurangnya sungai) mungkin telah diukir akibat adanya air. Para astronom mengklaim bahwa hal ini meruntuhkan tabung lava, tetapi tabung lava cenderung berada di permukaan, sedangkan anak sungai yang memotong ngarai atau terkikis berada di bawah permukaan Bulan.
Seperti Lembah Schroeder yang memiliki panjang sekitar 160 kilometer dan lebar 1300 meter hingga 10 kilometer. Lava tidak bisa mengalir sepanjang 160 kilometer yang pastinya akan mengalami pendinginan, sekalipun di gravitasi Bulan yang rendah, maka tabung lava akan runtuh akibat beratnya lava setelah pendinginan. Anak sungai tidak menunjukkan adanya buatan, tetapi ini adalah bukti kekuatan alam yang tidak dimengerti.

Permukaan Planet Mars Penuh Misteri

Planet Mars lebih aneh lagi, planet ini dinyatakan hampa udara penuh dengan banyak keanehan. Astronom Italia (Schiaparelli) menemukan kanal pada permukaannya yang disebut Canali. Astronom menyatakan ada tiga gunung berapi di permukaan Planet Mars. Mungkin telah melihat jurang Valles Marineris atau beberapa kawah yang lebih besar. Astronom lain melihat awan berbentuk aneh di Planet Mars, dan pada tahun 1900 Observatorium Lowell mengatakan adanya Poros Cahaya yang menonjol di Mars selama 70 menit.
Mount Sharp, planet Mars
Mount Sharp, Mars / Credit: NASA Curiosity
Seberkas cahaya tak terlihat di atas atmosfer Mars. Dua bulan yang berada di Planet Mars yang digambarkan oleh Jonathan Swift dalam bukunya ‘Gulliver’s Travels’ yang ditemukan oleh astronom dari pulau terbang Laputa, sebuah kota besar berbentuk Disc berada diatas Bumi. Tentu saja buku Swift mendapatkan sindiran, dan penggerak magnetik yang dijelaskan tidak akan berhasil. Dalam semua elemen UFOlogi menyatakan bahwa piring terbang, magnet, dan pengetahuan dari Bulan & Planet Mars, semua itu tertuang dalam buku yang diterbitkan pada tahun 1727. Padahal waktu itu bulan-bulan yang mengitari planet belum ditemukan, hingga tahun 1877 astronom Asaf Hall mengungkapkannya.
Planet Mars, rata-rata berjarak sekitar 1,5 AU dari Matahari (AU, 93 juta mil-jarak Bumi dari Matahari) dan pastinya merupakan tempat yang dingin. Planet Mars memiliki 0,376 gravitasi Bumi dan vulkanik yang sedikit, suasana hampa dan sedikit oksigen, atau bahkan tak ada oksigen bagi kehidupan di permukaannya. Adanya penemuan air yang tersisa di Planet Mars tapi sebagian besar merupakan es dan permafrost.
Tapi ada beberapa awan, dan NASA menunjukkan danau yang jelas cukup besar dihasilkan dari pencairan es. Suatu hal yang tidak mungkin bisa terjadi jika suasana Planet Mars dinyatakan hampa udara.
Perubahan warna musiman yang dianggap astronom sebagai vegetasi, diabaikan NASA karena hal itu diakibatkan badai debu. Bagaimana dengan warna hijau yang pasti dapat dilihat dalam gambar NASA, dan semua itu juga muncul dalam gambar terakhir penjelajahan NASA di Planet Mars.
Planet Mars dimasa lalu mungkin memiliki suasana yang lebih baik dari saat ini, seperti samudra di belahan utara yang dahulu jauh lebih hangat. Jika atmosfer pada tingkat permukaan Mars rata-rata sebanding dengan puncak Gunung Everest, kepadatan lembah terdalam (sekitar 4 mil) akan menjadi seperti Bumi pada ketinggian 25 ribu kaki. Di masa lalu kepadatan Planet Mars jauh lebih tinggi. Mars bergejolak secara ekstrim yang menyebabkan zaman es dan zaman yang lebih hangat, karbon dioksida di kutub mengalami musim dingin pada waktu itu akan menguap yang menyebabkan efek perangkap panas dan membuat Planet Mars lebih hangat. Periode hangat tersebut mungkin juga telah terjadi di Bumi dan dapat terjadi lagi. Jadi, Mars tentu sangat memungkinkan adanya kehidupan dan kemungkinan dihuni spesies cerdas.

Gambaran Misterius Benda Luar Angkasa Lainnya

Phobos (Bulan Mars) memiliki beberapa menara seperti struktur yang mungkin alami, kira-kira alurnya sejajar dan besar. Namun Soviet Phobos I hilang dalam perjalanan ke Mars, dan Phobos II mengambil foto bayangan besar berbentuk elips runcing. Kosmonot Soviet Kolonel Marina Popovich mengambil foto yang panjangnya berukuran 20 kilometer berdiameter 1.5 kilometer, ternyata menghancurkan Phobos II. Phobos II juga mengambil gambar inframerah dari struktur bawah tanah seperti garis lurus, tepatnya di bawah permukaan.
Antara Mars dan Jupiter tidak ada planet besar, hanya sabuk asteroid. Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa planet sekali mengorbit di sana, dan beberapa orang menyatakan planet itu meledak yang membentuk asteroid. Banyak dari massa planet meledak mungkin telah keluar dari Tata Surya, menabrak Matahari, atau menabrak planet lain. Kenyataannya bahwa tidak ada yang tahu apa yang bisa membuat planet meledak, selain mungkin terjadinya tabrakan dengan benda besar dengan kecepatan yang lebih tinggi dari apa pun di Tata Surya, kita tidak tahu apa yang bisa mempercepatnya dan berapa kecepatan yang diperlukan.
Planet yang ada di sana akan sangat dingin, lebih dingin dari Planet Mars dengan sinar matahari kurang untuk fotosintesis. Kehidupan sepertinya sangat tidak mungkin ada, jika memang ada, sangat tidak mungkin menjadi tempat tinggal makhluk cerdas.
Planet Venus hampir berukuran sama dengan massa Bumi, namun lebih dekat dengan Matahari. Rotasi aksial-nya retrograde dan memiliki perhitungan 243 hari. Permukaan Venus kurang memiliki kawah besar, secara geologis diperkirakan sangat muda (mungkin di bawah satu miliar tahun). Atmosfer Venus hampir dipenuhi karbon dioksida dengan awan asam sulfat, 90 kali lebih padat dari Bumi. Sementara perangkap panas membuat suhu permukaan Venus mencapai 740 derajat Kelvin, bisa melelehkan timah dan terlalu panas untuk karbon dan kehidupan berbasis air. Venus mungkin planet termuda, tapi mungkin ada kehidupan di daerah kutub untuk menghindari panas berlebihan.
Luar angkasa penuh dengan misteri, tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan suatu planet akan mengalami ‘kematian’ seperti Bulan dan Planet Mars, atau lebih buruk dari sabuk asteroid.
READ MORE - Membangun Peradaban Mars Bukan Fiksi?

Bukti Benua Atlantis Di Samudera Atlantik

Menggali penemuan Benua Atlantis di Samudra Atlantik, teori pergeseran benua mungkin meninggalkan jejak untuk menemukan sebuah benua yang hilang. Ketika melintasi samudera Atlantik, dengan beberapa penyesuaian (sensor elektronik/komputer) tapi hasil sensor tidak menggambarkan fitur bawah laut yang mempesona atau lebih tepatnya hanya pegunungan Atlantik.

Sisa-Sisa Peradaban Benua Atlantis

Seperti yang dimuat dalam web Bibliotecapleyades; pada awal 1883 Ignatius Donnelly menyatakan bahwa ditengah-tengah samudera Atlantik merupakan sisa-sisa peradaban kuno Benua Atlantis. Tapi ahli geologi yang paling modern dan ahli kelautan mempertimbangkan bahwa hal ini sangat jauh dari teori peninggalan benua Atlantis yang tenggelam di bawah laut. Pegunungan (daratan) terangkat ke atas dari dasar laut yang mungkin disebabkan aktivitas gunung berapi. Salah satu teori menyebutkan bahwa benua Atlantis renggang menghasilkan garis patahan besar, merupakan pusat gempa dan menghasilkan garis patahan besar yang juga merupakan pusat gempa dan aktivitas vulkanik. Beberapa pusat lahar panas di bumi telah keluar (meletus) melalui celah ini dan membangun daratan.
samudra Atlantik, benua atlantis
Samudera Atlantik
Sample dari dasar laut yang diambil dari samudera Atlantik pada tahun 1957 merupakan tanaman yang hidup dengan air tawar (kedalaman dua mil). Dan salah satu lembah yang dalam dikenal sebagai Romanche, telah ditemukan pasir yang tampaknya terbentuk karena pelapukan. Tahun 1969, ekspedisi penelitian Duke University mengeruk (menggali) 50 situs di sepanjang dataran bawah air yang membentuk jalan dari Venezuela ke Kepulauan Virgin, dan terbuat dari batuan granit.
Dr.Bruce Heezen dari Observatorium Lamont Geologi mengatakan bahwa ahli geologi umumnya percaya bahwa granit (bebatuan Atlantik) dan kerak bumi di bawah laut terdiri dari batu basal berwarna gelap. Terjadinya cahaya bebatuan granit berwarna mungkin mendukung teori lama bahwa benua Atlantis dulunya pernah ada di wilayah Karibia timur dan batuan ini mungkin merupakan inti dari sebuah benua yang hilang.
British Journal New Scientist 5 Juni 1975 pernah memberitakan bahwa meskipun mereka (peneliti) tidak membuat klaim fantastis tentang penemuan bagian tengah daratan Atlantik, sebuah kelompok ahli kelautan telah meyakinkan dan mengkonfirmasi temuan awal blok cekung dari benua Atlantis yang hilang, terletak di tengah Samudra Atlantik. Penemuan ini berasal dari alisis sampel yang ada di sepanjang garis Vema, zona patahan timur-barat yang terletak di antara Afrika dan Amerika Selatan.
Laporan ini juga menyatakan bahwa pada tahun 1971 dua peneliti dari University Of Miami mengambil beberapa fragmen batu kapur diperairan dangkal daerah benua Atlantis. Mineral dalam batu kapur menunjukkan bahwa batu itu berasal dari sumber granit terdekat yang tidak mungkin terjadi di dasar laut. Analisis yang lebih lengkap diperoleh dari sampel mengungkapkan bahwa batu gamping termasuk jejak fosil di perairan dangkal.
Para peneliti percaya bahwa batu kapur berasal dari era Mesozoikum (antara 70 dan 220 juta tahun lalu) dan membentuk topi (cekungan) di blok benua yang hilang, sisa-sisa Atlantis menyebar ke samudra. Mineral granit bisa berasal dari perbatasan benua sementara laut terus bergerak. Gerakan vertikal yang dibuat blok seperti mengangkatnya keatas permukaan laut di beberapa periode selama sejarah itu. Ada benua yang hilang di samudera Atlantik, tapi sepertinya bukan peradaban benua Atlantis. Benua itu menghilang sekian lama sebelum manusia muncul di bumi. Kebanyakan ilmuwan tetap yakin bahwa tidak ada kemungkinan untuk menemukan peradaban benua Atlantis seperti yang digambarkan Plato.
Komentar L.Sprague De Camp tentang benua yang hilang; hampir semua daratan (pegunungan) kecuali wilayah Azores kecil yang berada di bawah 2 atau 3 mil air, tak ada cara mendapatkan sebuah pulau besar seperti 10.000 tahun yang lalu agar sesuai dengan ucapan Plato tentang tenggelamnya peradaban benua Atlantis.
Beberapa pengamat Atlantis telah menyatakan bahwa daratan Atlantis pecah menjadi dua bagian, dan jarak tenggelam antara keduanya cukup lama. Mungkin Plato adalah sisa-sisa dari benua Atlantis dan juga ahli kelautan yang sekarang tampaknya telah terdeteksi di samudera Atlantik. Dan mungkin saja benua Atlantis tidak tenggelam hingga masa yang sangat jauh. Jika benua Atlantis memang ada di samudera Atlantik, di atas garis patahan besar yang membentang antara benua ini, tentu telah dihancurkan oleh gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Benua Atlantis Hancur Karena Ledakan Nuklir

Di sisi lain, ada beberapa pengamat benua Atlantis yang percaya bahwa kehancuran peradaban benua Atlantis bukan karena peristiwa geologi, tetapi disebabkan bencana buatan manusia seperti ledakan nuklir. Menurut Cayce, Atlantis mencapai tingkat teknologi tinggi luar biasa sebelum benua itu tenggelam.
Mereka menciptakan laser, pesawat, televisi, xray, energi atom, kontrol cybernetic, dan itu semua adalah kekuatan alam yang sangat kuat dan telah dikembangkan hingga menyebabkan kehancuran benua Atlantis.
Apa pun yang ditulis Plato tentang peradaban benua Atlantis, ia tak pernah memulai pencarian di seluruh dunia tentang benua yang hilang. Plato mendapatkan perhatian besar dan telah menyerang pemikiran orang lain selama berabad-abad. Apakah benua Atlantis adalah fakta atau fiksi? Atau kebalikan dari peristiwa nyata, atau malah dongeng? Plato telah berhasil, membingungkan dan menantang umat manusia tentang misteri benua Atlantis selama lebih 2000 tahun.
READ MORE - Bukti Benua Atlantis Di Samudera Atlantik

Benarkah Peradaban Lemuria Di Dunia Bawah?

Selama berabad-abad beberapa orang berspekulasi bahwa planet bumi berongga dengan makhluk aneh tinggal di dalamnya, dan dunia bawah dapat dimasuki melalui gua-gua yang dalam atau melalui lubang magnetik di kutub.

Dan sepertinya cerita tentang Dunia Bawah tidak sebatas cerita novel, seperti yang kita lihat dibeberapa film juga menginspirasikan cerita sains fiksi, salah satunya The Journey. Memang ada banyak buku-buku yang menceritakan tentang kehidupan legenda dunia bawah, apalagi beberapa pernyataan yang saya temui menyatakan bahwa masyarakat Lemuria masih ada, mereka hidup di bawah gunung Shasta ataupun bumi berongga.

Lemuria, Gunung Shasta Dan Dunia Bawah

Setelah banjir besar era Mesir kuno disebut ZEP Tepi (Genesis), sebuah kelompok ‘Dewa’ misterius kemudian muncul untuk memulai penyelamatan dasar-dasar peradaban. Dimulai dari Thoth dan Osiris di Mesir, hingga Quetzacoatal dan Viracocha di Amerika, tradisi di seluruh dunia menyatakan adanya asal-usul peradaban kontemporer kelompok canggih.
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di peradaban Lemuria sangat pintar, mereka selamat dari peradaban sebelumnya atau apa yang disebut sebagai MU. Mereka dicirikan sejarawan Alkitab sebagai leluhur Prediluvian, seperti Henokh dan Metusalah, raksasa dan pahlawan tua, yang disebutkan dalam Genesis.
Gunung Shasta, dunia bawah
Gunung Shasta / Credit: wikipedia
Gunung Shasta memiliki ketinggian 14,179 kaki di Utara California, dan dikatakan gunung yang paling mengagumkan secara visual. Di wilayah ini banyak terjadi peristiwa paranormal dan penampakan UFO, beberapa orang dikabarkan mendokumentasikan penampakan tersebut hingga memunculkan legenda yang sangat aneh.
Selama musim panas tahun 1998, penjelajah gua menggunakan peralatan ilmiah yang mampu mengkonfirmasi bahwa gua di North Wales sekitar 15 mil panjangnya terdapat daratan. Frank D.Adams menuliskan hasil percobaan ilmiah pribadinya yang dapat membuktikan bahwa rongga raksasa ada di granit pada kedalaman lebih dari 11 mil, kesimpulan yang juga telah didukung oleh Raja Louis V. Seorang ahli matematika menghitung bahwa di suhu normal, rongga berada pada kedalaman antara 17,2 dan 20,9 mil.
Selama beberapa dekade beberapa orang meyakini bahwa gunung Shasta merupakan sarang segala macam makhluk misterius yang hidup didalam gua-gua besar. Pada tahun 1894 Frederick Spencer Oliver menulis sebuah buku ‘A Dweller on two Planets‘ yang menyatakan bahwa benua yang tenggelam Lemuria berada di gunung Shasta. Pada 1930 Guy Warren Ballard, pendiri I Am Foundation membuat pernyataan yang sama.
Kemudian para penulis fiksi ilmiah Robert Heinlein menulis novel ‘Lost Legacy‘ menceritakan tentang sekelompok pakar yang tinggal di gunung, menggunakan kemampuan paranormal mereka untuk mengalahkan kekuatan jahat yang memerintah dunia. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, UFO dan peristiwa paranormal telah di dokumentasikan, ada beberapa masalah aneh dengan pernyataan ‘Lemuria berada di dalam gunung’.

Logika Lemuria Di Gunung Shasta

Ada hewan disebut Lemur yang hidup di pulau Madagaskar, di lepas pantai barat daya Afrika, dan juga di India. Tahun 1864 Philip Slater, seorang zoologi mengusulkan bahwa hewan ini telah bermigrasi dari Madagaskar ke India (atau sebaliknya) melalui jembatan tanah besar (Lemuria) yang sekarang tenggelam. Tidak ada bukti yang menguatkan adanya sebuah jembatan tanah, dan lempeng tektonik tampaknya sangat jelas menjelaskan masalah ini, dengan kata lain bahwa India terputus dari Afrika dan Madagaskar, kemudian bergeser hingga bertabrakan dengan Asia selatan yang meningkatkan puncak Himalaya. Ya, memang teori yang sulit diterima dengan akal fikiran.
Madame Blavatsky dikenal pendiri Teosofi, dia mengambil ide Lemuria yang dihuni makhluk canggih. Penulis James Churchward menyebutnya Mu yang pindah dari Samudera Hindia ke Pasifik. Kita hanya butuh alasan, mengapa benua berukuran besar tidak bisa tenggelam, bahkan pulau-pulau dan fragmen benua diperkirakan harus melewati jutaan tahun untuk melakukan pemisahan tersebut. Bagaimanapun, banyak teori dan pendapat yang tidak mengesampingkan kemungkinan adanya peradaban prasejarah di sekitar Pasifik dan Samudra Hindia ataupun di tempat lain.
Gua-gua besar di gunung Shasta, terdiri dari fumarol masih aktif yang tersisa dari salah satu kawah Gunung. Shasta adalah gunung berapi, bagian dari Cascade Range yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik, terdiri dari empat kerucut yang tumpang tindih termasuk 12,330 kaki anak puncaknya (Shastina). Gunung ini juga terdiri dari dasit dan andesit, abu, dan aliran piroklastik, dan terakhir meletus pada tahun 1786. Bebatuan ini cenderung lemah dan tidak stabil, gua-gua sangat besar tidak bisa bertahan, sewaktu-waktu bisa saja runtuh. Belum lagi panas yang ada di dalam gunung, suhu yang terlalu panas bagi siapa pun untuk tinggal di sana. Dipastikan tidak ada Lemuria didalam gunung Shasta.
Selama berabad-abad beberapa orang berspekulasi bahwa planet bumi berongga dengan makhluk aneh tinggal di dalamnya, dan dunia bawah dapat dimasuki melalui gua-gua yang dalam atau melalui lubang magnetik di kutub.
Tidak ada teori yang menjelaskan bahwa planet-planet atau bintang memiliki kekosongan pada pausatnya. Ketika planet bertambah komposisinya dari benda-benda yang lebih kecil atau gas, gravitasi menarik semua benda tak terelakkan menuju pusat tanpa meninggalkan ruang kosong.
Jika makhluk berkekuatan besar membangun sebuah planet berongga, gravitasi akan segera menyebabkan planet itu runtuh. Gravitasi bumi membuktikan bahwa tidak berongga, tetapi intinya sangat padat dan berat, interior yang panas, dan cukup panas untuk melelehkan setiap elemen, gunung berapi dan pengukuran gelologi tak terhitung jumlahnya untuk membuktikan hal ini.
Panas dan tekanan yang sedemikian rupa menyebabkan gua-gua besar di gunung Shasta tidak bisa bertahan mencapai kedalaman beberapa mil, perlahan akan runtuh seperti masalah yang ditemui para penambang emas. Adapun bukaan di kutub, secara logika bahwa Kutub Selatan ditutupi es dan Kutub Utara berada di lautan kedalaman sekitar tiga mil. Banyak orang yang terbang di atas kedua kutub, atau mengunjungi dengan berjalan kaki. Tapi mereka tidak menemukan bukaan.

Legenda Tentang Peradaban Dunia Bawah

Legenda alam bawah tanah atau mungkin realitas lain yang (mungkin) berbohong tentang adanya dunia bawah, atau dapat dicapai dengan rute bawah tanah yang sangat tua dan sangat luas.
Yunani-Romawi Hades disebut-sebut berada di dunia bawah, kemudian ada yang menyebut Neraka di dunia bawah, alam yang dihuni oleh peri, elf, gnome, dan troll, juga sering disebut berada di dunia bawah.
Seperti yang pernah saya tuliskan terdahulu, Tibet mempunyai legenda Shambhala, dihuni oleh adaptis yang tercerahkan, terletak di bawah Tibet atau tempat lain di Asia Tengah, dan beberapa orang percaya bahwa 25 Raja akan muncul untuk mengalahkan kekuatan jahat dan membawa zaman keemasan. Beberapa catatan mengatakan bahwa Shambhala adalah sebuah dunia spiritual murni, dan kemudian ada catatan yang menyebutkan dunia bawah tanah yang disebut Agartha. Atau mungkin kedua dunia ini terpisah yang dihuni oleh Iblis dan Setan. Catatan dan pernyataan ini membingungkan dan kontradiktif, pelukis Rusia yang mistik (Nicholas Roerich) pernah mencari Shambhala di tahun 1920-an.
William Michael Mott pernah menulis berbagai kejadian dalam bukunya ‘Caverns, Cauldrons, and Concealed Creatures‘. Beberapa didokumentasikan dengan baik, dari alam bawah tanah dan pertemuan dengan makhluk aneh dari alam ini. Gunung Shasta, puncak yang terisolasi sering muncul peristiwa paranormal dan penampakan ufo, dan beberapa hal misterius yang terjadi di dunia bawah.
READ MORE - Benarkah Peradaban Lemuria Di Dunia Bawah?